Dipenuhinya acara televisi di Indonesia oleh acara infotaintment sudah menjadi hal lumrah. Malah pada waktu menjelang pergantian tahun, banyak infotainment melakukan acara kilas balik mengenai kisah para selebriti di Indonesia. Seolah tak mau kalah dengan acara kilas balik peristiwa yang banyak disiarkan juga. Saya tidak akan membahas mengenai perceraian, perkawinan atau kekisruhan rumah tangga para selebriti yang seolah tanpa akhir. Tetapi ada beberapa fakta menarik yang sering luput dari pengamatan kita semua.
Saat ini penggunaan kacamata hitam telah bergeser dari pelindung dari cahaya matahari menjadi salah satu pelengkap fashion. Hal ini telah menjadi trend bagi semua orang yang ingin dianggap melek fashion. Kacamata hitam ini seolah-olah sudah menjadi barang wajib yang wajib dikenakan di setiap kesempatan bagi selebriti seperti ketika sedang melakukan pertunjukan, sedang wawancara, jumpa pers dsb. Baik itu dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
Salah hal aneh yang saya saksikan adalah ketika kacamata hitam itu digunakan di dalam ruangan yang cenderung gelap. Tapi sang selebriti tetap setia menggunakan kacamata hitam dengan symbol G di sisinya itu. Hal ini menjadi pemandangan yang janggal di mata saya. Entah apa yang diinginkan dengan penggunaan kacamata tersebut, ingin menunjukkan gaya fashion baru atau ada yang hendak disembunyikan di balik kacamatanya itu.
Satu lagi fakta menyedihkan di mata saya adalah perilaku selebriti ketika melakukan kunjungan sosial. Seperti kita ketahui di tahun 2007 banyak terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, tsunami, gempa, dsb. Tidak mau kalah dengan para pejabat, para selebriti pun banyak melakukan kunjungan sosial. Terus terang saya acungkan jempol untuk niat memberikan bantuan kepada korban bencana. Tetapi ada satu pemandangan umum yang sangat menganggu yaitu penampilan para selebriti ketika melakukan kunjungan sosial. Para selebriti ini menurut saya berpakaian secara berlebihan, seolah olah hendak menghadiri suatu pesta dan tentu saja tidak melupakan kacamata hitamnya. Bahkan dalam acara penyerahan bantuan dan acara bincang-bincang dengan korban bencana. Dengan kacamata hitam yang seolah tak mau lepas dari wajah-wajah ayu dan tampan itu, mereka berbincang dan menyerahkan bantuan. Di dalam benak saya yang terpikir adalah seolah-olah ingin menegaskan posisi mereka sebagai selebritis. Sangat kontras sekali dengan para korban bencana yang berpakaian seadanya karena tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Suatu pemandangan yang sagat mengiritasi hati dan mata saya.
Satu lagi fenomena yang saya temui di kilas balik kisah selebriti tersebut adalah fenomena haus sorotan kamera atau menurut bahasa gaulnya adalah banci tampil. Hal ini saya temui setelah meyaksikan kehadiran beberapa orang “tidak penting” di dalam berbagai kegiatan. Di dalam kisah perceraian si anu “orang gak penting” ini hadir seolah olah sebagai pahlawan dengan memberikan dukungannya terhadap salah satu pihak, di kisah putus cintanya si anu “orang gak penting” ini hadir juga. Seolah olah “orang gak penting” ini hadir dimana-mana dengan syarat ada sorotan kamera seperti disebutkan diatas dan juga acara seperti launching produk, acara sosial, pertemuan dengan pemerintah dan sebagainya. Entah apa maksud kemunculannya di berbagai acara tersebut, padahal kontribusinya terhadap acaranya masih samar-samar. Ditambah lagi kontribusinya di dunia seni peran juga tidak ada alias tidak laku di dunia sinetron. Satu lagi kejadian yang hampir membuat saya muntah adalah kemunculannya di ring tinju ketika salah satu petinju nasional kita memenangkan pertandingan. Perannya di ring tinju tersebut juga tidak jelas, sponsor sepertinya bukan,pelatih tinju tidak mungkin, pengurus badan tinju nasional juga bukan. Silahkan anda tafsirkan sendiri peran nya di atas ring tinju tersebut.
Mungkin bagi sebagian orang terutama yang sudah pernah merasakan sorotan kamera, tampil di hadapan publik adalah menjadi suatu kebutuhan. Tampil di infotaintment sebagai ajang promosi diri masih merupakan hal yang wajar selama berita yang diliput adalah mengenai prestasi yang bersangkutan, jangan mengenai liputan hal hal tidak penting yang membuat kita jengah untuk melihatnya. Sampai-sampai menggerakkan saya untuk menulis hal-hal tidak penting seperti ini…hehehehehe
Powered by ScribeFire.