Lembah Mimpi

Terbang lagi….

January 6th, 2009

Ternyata benar…
keinginan itu tidak selalu selaras dengan kenyataan
manusia hanya bisa berencana setinggi langit
tapi Sang Khalik lah yang menentukan

Sarang
yang indah
yang nyaman pun
tak bisa menghalangi
bergulirnya roda nasib

Aku harus terbang lagi
mencari sarang baru
untuk mengikuti hembusan angin kehidupan

petualangan baru
dunia baru
torehan cerita baru

Semoga…
 

Heran….

April 29th, 2008

Saat membaca berita ini saya langsung heran. Di dalam disebutkan beberapa yang diawasi oleh pemerintah Amerika Serikat karena dianggap gagal dalam mengawasi pembajakan produk-produk negara adidaya tersebut.

Dan yang sangat mengherankan adalah Indonesia tidak termasuk ke dalam top list negara yang diawasi Amerika. Padahal seperti kita ketahui di negara kita tercinta ini juga melakukan hal yang sama terhadap produk negara super power tersebut. Pembajakan dilakukan terhadap software, film, musik dan sebagainya sepertinya sudah menjadi hal lumrah disini. Barang-barang tersebut dapat kita temukan dengan mudah dimana-mana.

Entah alasan apa yang menyebabkan Indonesia tidak termasuk ke dalam top list tersebut. Karena saya yakin seharusnya Indonesia juga seharusnya masuk dalam daftar tersebut. Melihat negara-negara seperti China, Thailand, Argentina, Rusia,dsb masuk dalam top list tersebut, karena kadar pembajakan yang dilakukan saya kira berada dalam taraf yang sama. Atau jangan-jangan sebenarnya Indonesia berada tepat di bawah top list tersebut. Entahlah…..???

nb : tapi memang enak sih pake barang bajakan…hehehehehe

Terbang…

April 1st, 2008

Kurasa inilah saat yang tepat
untuk terbang…

Aku takut untuk diam disini
takut lupa akan caranya mengepakkan sayap
takut lupa cara mencari makan
takut lupa bagaimana membuat sarang
takut lupa rasa bertualang

Aku tahu sarang ini
terlalu nyaman untuk ditinggalkan
terlalu indah untuk dilupakan

Tapi kuyakin
inilah saat yang tepat
untuk mengepakkan sayapku
mengembara bebas
mencari pengalaman baru
karena aku adalah kebebasan……

Oh Tempe…Oh Tahu…

January 24th, 2008

Beberapa hari ini salah satu makanan kesukaanku ketika makan siang yaitu tempe bacem sempat tidak hadir di deretan makanan di warung langganan. Didorong rasa penasaran maka saya pun menanyakan kepada pemilik warung, ternyata sudah beberapa hari ini tempe dan tahu menghilang dari pasaran. Kalaupun ada hanya dalam jumlah yang terbatas.

Ternyata berita mengenai pemogokan para pengrajin tempe dan tahu, yang saya baca di beberapa koran nasional dan situs-situs berita nasional, benar adanya. Saya tidak menyangka dampak dari pemogokan akan menyebabkan kelangkaan tempe dan tahu . Tentu saja hal ini hanya dirasakan masyarakat yang terbiasa mengkonsumsinya.

Kenaikan harga bahan baku berupa kedelai merupakan salah satu penyebab pemogokan. Satu hal membuat saya keheranan adalah ternyata selama ini negara kita mengimpor kedelai.Terbukalah fakta ternyata Indonesia selama ini kekurangan pasokan kedelai. Sangat ironis sekali dengan pernyataan selama ini bahwa Indonesia adalah negara agraris. Padahal saya pribadi berkeyakinan bahwa seharusnya tanaman kedelai dapat tumbuh dengan suburnya di seluruh pelosok Indonesia.

Saya tidak menyangka ternyata pengaruh pasar (baca.pemilik modal) telah berpengaruh sampai sejauh ini. Pasar dapat menyebabkan ketergantungan terhadap pasokan kedelai impor. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pasokan kedelai dari para petani, karena tingginya harga pupuk dan harga benih. Ditambah lagi dengan gelontoran kedelai impor yang dapat diduga mempunyai harga lebih murah.

Keadaan ini lama kelamaan menimbulkan ketergantungan pasar Indonesia terhadap pasokan kedelai impor yang semakin tinggi. Suatu fakta yang menyedihkan dimana banyak makanan tradisional Indonesia banyak yang berbahan dasar kedelai. Contohnya adalah tahu dan tempe yang selama ini digadang-gadang sebagai asupan protein andalan yang murah meriah bagi rakyat Indonesia. Haruskah ini terjadi ??? Setelah kedelai dan beras apalagi yang akan kita impor??? TANYA KEN APA???

Powered by ScribeFire.

Kacamata Hitam dan Banci Tampil.

January 4th, 2008

Dipenuhinya acara televisi di Indonesia oleh acara infotaintment sudah menjadi hal lumrah. Malah pada waktu menjelang pergantian tahun, banyak infotainment melakukan acara kilas balik mengenai kisah para selebriti di Indonesia. Seolah tak mau kalah dengan acara kilas balik peristiwa yang banyak disiarkan juga. Saya tidak akan membahas mengenai perceraian, perkawinan atau kekisruhan rumah tangga para selebriti yang seolah tanpa akhir. Tetapi ada beberapa fakta menarik yang sering luput dari pengamatan kita semua.

Saat ini penggunaan kacamata hitam telah bergeser dari pelindung dari cahaya matahari menjadi salah satu pelengkap fashion. Hal ini telah menjadi trend bagi semua orang yang ingin dianggap melek fashion. Kacamata hitam ini seolah-olah sudah menjadi barang wajib yang wajib dikenakan di setiap kesempatan bagi selebriti seperti ketika sedang melakukan pertunjukan, sedang wawancara, jumpa pers dsb. Baik itu dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Salah hal aneh yang saya saksikan adalah ketika kacamata hitam itu digunakan di dalam ruangan yang cenderung gelap. Tapi sang selebriti tetap setia menggunakan kacamata hitam dengan symbol G di sisinya itu. Hal ini menjadi pemandangan yang janggal di mata saya. Entah apa yang diinginkan dengan penggunaan kacamata tersebut, ingin menunjukkan gaya fashion baru atau ada yang hendak disembunyikan di balik kacamatanya itu.

Satu lagi fakta menyedihkan di mata saya adalah perilaku selebriti ketika melakukan kunjungan sosial. Seperti kita ketahui di tahun 2007 banyak terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, tsunami, gempa, dsb. Tidak mau kalah dengan para pejabat, para selebriti pun banyak melakukan kunjungan sosial. Terus terang saya acungkan jempol untuk niat memberikan bantuan kepada korban bencana. Tetapi ada satu pemandangan umum yang sangat menganggu yaitu penampilan para selebriti ketika melakukan kunjungan sosial. Para selebriti ini menurut saya berpakaian secara berlebihan, seolah olah hendak menghadiri suatu pesta dan tentu saja tidak melupakan kacamata hitamnya. Bahkan dalam acara penyerahan bantuan dan acara bincang-bincang dengan korban bencana. Dengan kacamata hitam yang seolah tak mau lepas dari wajah-wajah ayu dan tampan itu, mereka berbincang dan menyerahkan bantuan. Di dalam benak saya yang terpikir adalah seolah-olah ingin menegaskan posisi mereka sebagai selebritis. Sangat kontras sekali dengan para korban bencana yang berpakaian seadanya karena tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Suatu pemandangan yang sagat mengiritasi hati dan mata saya.

Satu lagi fenomena yang saya temui di kilas balik kisah selebriti tersebut adalah fenomena haus sorotan kamera atau menurut bahasa gaulnya adalah banci tampil. Hal ini saya temui setelah meyaksikan kehadiran beberapa orang “tidak penting” di dalam berbagai kegiatan. Di dalam kisah perceraian si anu “orang gak penting” ini hadir seolah olah sebagai pahlawan dengan memberikan dukungannya terhadap salah satu pihak, di kisah putus cintanya si anu “orang gak penting” ini hadir juga. Seolah olah “orang gak penting” ini hadir dimana-mana dengan syarat ada sorotan kamera seperti disebutkan diatas dan juga acara seperti launching produk, acara sosial, pertemuan dengan pemerintah dan sebagainya. Entah apa maksud kemunculannya di berbagai acara tersebut, padahal kontribusinya terhadap acaranya masih samar-samar. Ditambah lagi kontribusinya di dunia seni peran juga tidak ada alias tidak laku di dunia sinetron. Satu lagi kejadian yang hampir membuat saya muntah adalah kemunculannya di ring tinju ketika salah satu petinju nasional kita memenangkan pertandingan. Perannya di ring tinju tersebut juga tidak jelas, sponsor sepertinya bukan,pelatih tinju tidak mungkin, pengurus badan tinju nasional juga bukan. Silahkan anda tafsirkan sendiri peran nya di atas ring tinju tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang terutama yang sudah pernah merasakan sorotan kamera, tampil di hadapan publik adalah menjadi suatu kebutuhan. Tampil di infotaintment sebagai ajang promosi diri masih merupakan hal yang wajar selama berita yang diliput adalah mengenai prestasi yang bersangkutan, jangan mengenai liputan hal hal tidak penting yang membuat kita jengah untuk melihatnya. Sampai-sampai menggerakkan saya untuk menulis hal-hal tidak penting seperti ini…hehehehehe

Powered by ScribeFire.